Kejayaan Kerajaan Trumon pada abad ke-18 di Aceh

Jumat, 28 Februari 2014



wacananusantara.org  | Kejayaan Kerajaan Trumon pada abad ke-18 di Aceh

Catatan Penyunting

Dalam sejarahnya, Aceh telah mencatat nama-nama pahlawan. Dalam kisahnya, Aceh banyak bercerita tentang kasih dan kehidupan. Dan Kerajaan Trumon mengajarkan kita tentang kesatuan.
8.6
Aceh merupakan wilayah paling strategis bagi perdagang, nelayan, dan aktivitas ekonomi lainnya. Berdasarkan warisan literasi yang ada, bahwa pada abad ke-18 telah berdiri sebuah kerajaan yang dipimpin langsung oleh seorang saudagar pemuka Islam. Berasal dari XXV Mukim Aceh Besar, kerajaan tersebut bernama Kerajaan Trumon. Saudagar yang memimpin Trumon ini juga diberi gelar sebagai Teuku Raja Singkil, beliau adalah Tengku Djakfar. Tengku Djakfar mempelajari dan mendalami Islam di Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya. Hingga meraih gelar labai atau tengku. Panggilan ulama dalam masyarakat Aceh.
Karena Kerajaan Trumon dipimpin oleh seorang saudagar, tak heran jika rakyatnya memahami betul bagaimana cara berdagang yang baik dan dapat menghasilkan uang yang banyak. Sehingga masyarakat Kerajaan Trumon dikenal sebagai masyarakat yang sejahtera. Sebagai negeri lada yang tersohor, daerah Trumon dikenal oleh Negara-negara Asia dan Eropa. Sehingga banyak yang berdatangan dan ingin menjadi warga di Kerajaan Trumon. Kejayaan ini dikokohkan lagi dengan diberinya cap Sikuereung (sembilan) sebagai mata uang Trumon dan dikenal di dunia.
Selain itu mereka juga memiliki armada dagang laut bernama Diana dan Le-Xemie. Membawa lada hingga ke Penang, India dan Timur Tengah. Hubungan dagang Internasional ini terjadi saat kepemimpinan Teuku Raja Bujang. Sebuah prestasi atas kebijaksanaan dan kecerdasan yang dimilikinya. Kepemimpinan Kerajaan Trumon berlangsung dari satu keturunan ke keturunan lainnya.
Kemudian Trumon mengalami masa-masa sulit di bawah kepemimpinan Teuku Raja Fansury Alamsyah (Teuku Raja Batak), pengganti ayahnya Teuku Raja Bujang. Jumlah penduduk merosot drastis dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor sebagai berikut.
  1. Pada tahun sekitar 1885, banyak warga yang meninggal dunia akibat wabah kolera dan cacar yang melanda mereka.
  2. Trumon menjadi basis umum MUSLIM anti kape (Belanda). Dengan Panglima muslimin adalah keluarga Raja dan dibantu pula oleh kerajaan. Hal ini mengakibatkan banyak penduduk yang memilih untuk keluar dari Trumon.
  3. Masuknya Jepang ke tanah air dan menjadikan Trumon sebagai tempat pertahanan menghadapi tentara sekutu saat Perang Timur Raya.
Masuknya penjajah ke Indonesia membuat pergerakan Trumon sudah tidak selincah dulu lagi. Ditambah lagi dengan segala tekananan yang diberikan untuk masyarakat Trumon. Meski demikian, Trumon masih dapat mempertahankan dirinya dengan segala sisa-sisa kepemimpinannya. Saat masuk masa kemerdekaan, masyarakat Trumon diberikan kebebasan untuk merdeka dan menjadi Kerajaan yang berdaulat, tetapi hal itu ditolak karena adanya kesamaan rasa dengan daerah lainnya. Trumon akan merdeka jika semua daerah si Aceh ini diberikan kemerdekaan seluruhnya dan sepenuhnya. Maka kedaulatan yang ditawarkan pun ditolaknya. Hingga masa kemerdekaan secara nasional berhasil di raih, berakhir pulalah kerajaan Trumon. Tidak ada yang tau secara pastinya tahun bahkan tanggal dan bulan berapa Trumon benar-benar runtuh. Tetapi dari semua itu, tujuan utama masyarakat Trumon sudah tercapai, yaitu: Merdeka!

Sumber Rujukan
Maswardi. 7 Maret 2012. “Kerajaan Trumon dan Benteng Kuta Batee”. <http://www.atjehcyber.net/2011/06/kerajaan-trumon-dan-benteng-kuta-batee.html>
Yusmarwandi. 14 Februari 2012. “Sejarah Kerajaan Trumon” <http://yusmarwandi.blogspot.com/2012/02/sejarah-kerajaan-trumon.html>

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Blogroll

About

Blogger news