Balik Mipih: Teknik Damasteel dari Sunda

Jumat, 28 Februari 2014



wacananusantara.org | Balik Mipih: Teknik Damasteel dari Sunda
Berbicara mengenai pedang Damaskus, mungkin akan mengarah pada mitos pedang yang digunakan pada Perang Salib. Ketika itu, banyak tentara Eropa terkejut dengan kekuatan pedang yang digunakan bangsa Arab dan Persia. Lantaran baju zirah dan perisai yang mereka kenakan dengan mudah ditembus oleh pedang bangsa Arab dan Persia tersebut.
Tak heran jika pedang tersebut menjadi incaran perampok ketika saudagar arab melintas di kawasan mereka. Bukan untuk merampas barang dagangannya, tetapi ada yang lebih berharga dari itu. Ialah pedang Damaskus. Konon dapat merobek sutra yang dijatuhkan ke atasnya dan dengan mudah memotong pedang lawan tanpa mengalami kerusakan sedikitpun.
Kiranya, itulah sedikit gambaran kehebatan pedang Damaskus. Pedang yang dibuat dari baja yang diolah secara khusus sehingga memiliki permukaan yang sangat kuat dan tajam. Pedang tersebut memiliki alur urat-urat yang menyerupai aliran air atau serat pada potongan kayu. Pada dasarnya baja jenis ini adalah hasil gabungan beberapa lembar baja dengan kandungan karbon yang berbeda-beda. kemudian ditempa menjadi satu (makin tinggi kandungan karbon, cenderung makin gelap warnanya) sehingga menghasilkan urat-urat damascus.
Kekasan dari hasil metalurgi tersebut melekat kuat dengan damaskus hingga orang-orang menyebutnya damasteel atau baja dari damaskus. Jika dilihat sepintas, damasteel mirip dengan pamor yang ada pada keris-keris di nusantara. Namun alur urat-urat yang terdapat pada damasteel bukanlah hasil dari teknik pelipatan berbagai jenis logam seperti yang terdapat pada keris. Damasteel sekarang sudah langka. Akan tetapi, peninggalan-peninggalan dari logam ini tersebar di berbagai museum Dunia.
Kehebatan damasteel mungkin telah menggerakan para ahli metalurgi untuk membuat logam yang berkekuatan serupa. Kecamatan Manonjaya, Tasikmalaya, misalnya. Secara turun-temurun dari zaman “penjajahan Belanda” telah menancapkan bendera eksistensinya tentang persoalan pembuatan pedang, golok, dan senjata lainnya. Selain digunakan oleh para tentara Belanda, hasil pandai besi dari Manonjaya tersebut sering digunakan oleh “jawara-jawara” Sunda yang sering menguji kekuatan goloknya. Golok dari Manonjaya tersebut terkenal lebih kuat dan tidak mudah patah.
Teknik yang digunakan adalah balik mipih. Metodenya dengan melaminasi beberapa macam baja berbagai ukuran dalam satu bilah. Secara sederhana, teknik balik mipih ini memadukan logam lunak dan logam keras. Dilipat, ditempa, dilipat lagi, ditempa lagi, terus menerus hingga tercipta jutaan lapisan tipis logam keras dan logam lunak tersebut. Hasil dari pelipatan beberapa jenis logam tersebut membuat kandungan karbon menjadi  merata dan membuat bilah menjadi lebih kuat.
Keras atau lunaknya baja dapat diukur dari kandungan karbon yang dimilikinya. Semakin banyak kandungan karbon yang dimiliki baja tersebut menandakan semakin keras juga baja tersebut. Selain itu, dapat pula dilihat dari warna, semakin gelap maka cenderung semakin keras. Tetapi ukuran kekuatannya diukur sampai batas-batas tertentu. Karena terlalu keras juga sebenarnya tidak bagus, terutama untuk pedang. Pedang yang baik adalah pedang yang tajam sekaligus lentur.
Tidak hanya ketajaman dan kekuatan saja yang dimiliki oleh balik mipih. Urat-urat yang dihasilkan dari proses pelipatan baja karbon tersebut dapat memberikan efek estetis. Hasil akhir dari teknik balik mipih ini akan menghasilkan bilah logam yang memiliki semacam tanda air, seperti yang terdapat pada damasteel. Hal ini pula yang membuat balik mipih tak hanya digunakan sesuai pungsi praktisnya, tetapi sebagai barang koleksi.
Jika boleh menyederhanakan proses pembuatan balik mipih, maka proses pembuatannya ada di antara damasteel dan pembuatan katana di Jepang. Hanya saja balik mipih tidak memiliki baja inti di dalam bilahnya seperti yang dimiliki katana.
Kekuatan balik mipih tidak dapat dipandang sebelah mata. Kemampuan bilahnya terkenal hampir ke seantero dunia. Dapat digunakan untuk mencincang paku atau logam-logam lainnya dengan mudah.

Sumber Rujukan:
__.__. Pisau Damaskus http://www.kopimaya.com/forum/showthread.php/2273-Pisau-Damaskus (Januari 2013)
__.2011. “Balik Mipih” yang Kian Mendunia http://regional.kompas.com/read/2011/05/05/04050864/.Balik.Mipih.yang.Kian.Mendunia (Januari 2013)
__.__. A Moro Kriss with a Blade of Unusual Construction http://www.vikingsword.com/vb/showthread.php?t=15223 (Januari 2013)

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Blogroll

About

Blogger news